Bahaya Obat Anti Nyamuk dan Cara Penanggulangannya

  • PDF
  • Print
  • E-mail


Kurang lebih 1,5 tahun Gita Pertiwi menjalankan program penyadaran konsumen di kelurahan pajang. Program ini dapat berjalan bekerjasama dengan PKK kelurahan Pajang. Adapun tujuan besar dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen terutama meminimalisir atau menghindarkan dari berbagai macam bahan kimia yang digunakan dalam rumah tangga. Seperti kita ketahui bahwa bahan kimia dapat terdapat pada makanan, perabot rumah tangga.

Salah satu strategi yang dipakai untuk menjalankan program tersebut adalah dengan membentuk kelompok untuk belajar bersama. Seiring dengan perkembangan waktu ,hasil belajar dan keaktifan anggota kelompok,materi yang dipelajari dalam kelompok menjadi program kegiatan PKK tingkat kelurahan yang tercermin adanya alokasi anggaran dan kegiatan. Salah satu program tersebut adalah Penyuluhan Bahaya Obat Antinyamuk Dan Cara Penaggulangannya yang dilakukan pada bulan Juli 2011 di kelurahan Pajang. Berikut adalah materi yang disampaikan pada forum tersebut :

Apabila kita mendengar istilah pestisida, pasti kita langsung menghubungkannya dengan pestisida untuk tanaman sayuran, buah atau padi di sawah. Ternyata tanpa kita kita sadari pestisida juga berada di sekitar kita, di dalam rumah tangga. Pestisida rumah tangga yang ada di dalam rumah tangga kita gunakan untuk mengusir nyamuk, kecoa semut dan binatang kecil lainnya yang kita anggap menganggu kenyamanan kita di rumah.

Produk pestisida rumah tangga yang dapat dikatakan selalu tersedia di rumah kita adalah antinyamuk. Produk antinyamuk yang beredar di pasaran banyak sekali jenis dan merknya. Mulai dari bakar, semprot, oles dan elektrik. Di dalam berbagai macam produk antinyamuk ini terdapat bahan kimia di dalamnya. Bahan-bahan kimia ini ternyata berdasarkan WHO dan Lembaga Perlindungan Lingkungan di Amerika termasuk memiliki daya racun yang dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia.

Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada 100 responden yang tersebar di wilayah Solo Raya ditemukan : 94 % responden menggunakan pestisida rumah tangga untuk nyamuk. Bentuk penggunaan :

54 % bentuk bakar

19 % bentuk semprot

17 % bentuk oles

15 % bentuk tablet dengan listrik

10 % bentuk cair dengan listrik

Dampak yang ditimbulkan :

62 % mengalami gangguan pernafasan

52 % merasakan batuk

18 % sakit kepala

3 % bintik-bintik pada kulit

Zat kimia yang terkandung di setiap jenis obat antinyamuk

Obat antinyamuk semprot

Obat nyamuk cair yang penggunaannya disemprotkan. Saat digunakan zat aktifnya tidak hilang atau menyatu dengan oksigen karena zat aktif yang disemprotkan lebih berat dari oksigen. Setelah disemprotkan, zat aktif antinyamuk ini akan berjatuhan di setiap tempat dan benda yang ada di rungan tersebut lalu menjadi media penghantarnya masuk ke dalam tubuh.

Obat antinyamuk bakar

Jenis ini mengandung zat kimia sintetik aktif (alletrin, transflutrin, pralethrin, bioallethrin, esbiothrin, dan lain-lain) yang sudah dibentuk sedemikian rupa, sehingga mampu dihantarkan asap untuk membunuh nyamuk dan serangga lainnya. Karena dipanaskan, bahan aktif itu terurai menjadi senyawa-senyawa lain yang jauh lebih reaktif dari sebelumnya, sehingga jauh lebih berbahaya dampaknya.

Apabila kita membakar obat antinyamuk itu semalaman, selama itu pula kita memasukan zat berbahaya ke dalam tubuh. Bayangkan berapa banyak zat kimia berbahaya yang ada dalam tubuh kita. Itu baru satu obat anti nyamuk dalam satu malam, Apa jadinya bila kita menggunakan lebih dari satu selama bertahun-tahun pula?

Karena bahan kimia sintetik antinyamuk ini dilepas dalam bentuk gas (aerosol), dia bisa mendesak oksigen sehingga distribusi oksigen dalam ruangan tidak merata. Tak heran bila kita menggunakan obat antinyamuk bakar dalam ruangan, napas terasa agak berat. Dari fakta ini,dapat disimpulkan obat antinyamuk bakar bisa mengurangi proporsi kandungan oksigen dalam ruangan.

Obat antinyamuk listrik (mat)

Obat antinyamuk jenis ini menggunakan juga bahan aktif (seperti alletrin, transflutrin, atau pralethrin) pada pulpnya, bahan penstabil, dan bahan kimia organik tertentu yang menguap jika dipanaskan. Fungsi bahan organik ini untuk menguapkan atau menghantarkan bahan-bahan aktif antinyamuk sehingga dapat bekerja.

Karena jenis ini tidak kasat mata dan sering ditambah wewangian tertentu, pengguna sering tak sadar bahwa dirinya sedang menghirup senyawa berisiko bagi tubuhnya. Pada jenis bakar, karena kasat mata dan sangat terasa, si pengguna bisa menghindari kontak langsung. Juga akan melakukan tindakan melindungi diri, membuka jendela lebar-lebar atau mematikan obat antinyamuk manakala matanya perih atau napasnya makin sesak.

Pada obat antinyamuk listrik, gangguan tidak terasa langsung. Sebab, penciuman tertipu oleh sedapnya wewangian yang dikeluarkan, juga tak menimbulkan iritasi langsung pada mata. Jadi bisa dibilang obat antinyamuk jenis ini lebih berbahaya dari obat antinyamuk lainya.

Seperti halnya obat antinyamuk bakar, obat antinyamuk listrik pun bisa membuat napas kita jadi berat hingga sesak.

Obat antinyamuk OLES

Obat antinyamuk jenis ini menggunakan campuran yang memudahkannya meresap ke dalam kulit. Mediator antinyamuk jenis ini adalah kulit kita sendiri, bukan dibakar, dipanaskan atau disemprot. Ini yang harus diwaspadai, karena pastinya, bahan campuran itu bisa dengan mudah meresap dan kuat menempel di kulit. Padahal bahan kimia sintetik tidak aman untuk kesehatan.

Belum lagi, obat antinyamuk jenis ini ada yang menggunakan campuran diethyltoluamide (DEET) yang sifatnya korosif. Tentu bukan tak mungkin keberadaannya bisa mengikis lapisan-lapisan kulit kita. Jangankan kulit manusia, DEET ini juga sangat mampu mengikis plastik PVC.

EFEK JANGKA PENDEK & PANJANG

Efek yang bisa dirasakan langsung akibat obat antinyamuk akan berbeda-beda pada tiap anak. Tetapi umumnya, anak merasa sesak napas, alergi dalam bentuk gangguan di kulit, kulit teriritasi, batuk-batuk, pusing, mual, muntah, bahkan pingsan. Lebih jauh, mungkin saja perkembangan otak anak akan terhambat.

Untuk jangka panjang, kontak dengan obat antinyamuk setiap hari dan kontinyu dapat menyebabkan kanker paru-paru dan kanker kulit (dari jenis losion) pada 5-10 tahun ke depan. Jangka pendeknya bisa mengiritasi kulit, kulit terasa panas dan perih.

KEADAAN DARURAT,BOLEH

Memang, semua obat antinyamuk tidak aman untuk kesehatan. Tetapi dengan adanya fakta penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, tampaknya sulit untuk tidak menggunakan obat antinyamuk. Karena itulah, dr. Endang Lestari, SpA(K) dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, berpendapat, boleh saja menggunakan obat antinyamuk tapi dengan catatan harus secara hati-hati. * Penggunaan obat nyamuk bakar sebaiknya dihindari. Jikapun terpaksa, gunakan di tempat yang berventilasi lebar atau ruang terbuka.

* Untuk obat antinyamuk semprot, penggunaannya minimal 2 jam sebelum seseorang masuk ke ruangan. Ruangan ini pun harus berventilasi yang baik. Selain itu, si penyemprot harus menggunakan masker antipolusi. Idealnya, semua barang di ruangan yang disemprot setelahnya dilap dengan kain basah. Sedangkan bahan yang terbuat dari kain atau sejenisnya yang menyerap zat kimia agar diganti. Bisa juga dengan menutup semua benda yang ada di ruangan tersebut sebelum disemprot.

* Untuk obat antinyamuk listrik, 2 jam sebelum penghuni ruangan masuk harus sudah dinonaktifkan.

* Obat antinyamuk OLES yang menggunakan bahan kimia sintetik dan bahan aktif DEET sebaiknya tidak digunakan oleh anak, ibu hamil, dan ibu menyusui karena kandungannya yang bersifat korosif dapat diserap kulit. Anak balita yang berkulit sensitif dapat mengalami alergi. Atau anak mungkin keracunan karena ia memasukkan jari yang diolesi losion antinyamuk itu ke mulutnya.

* Bagi orang dewasa, jika ingin menggunakan losion pengusir nyamuk, maka gunakanlah sesedikit mungkin. Jika kulit terasa panas, perih, merah, gatal, atau tidak nyaman segera hentikan, basuh dengan air bersih, dan jangan gunakan lagi.

* Jangan menggunakan obat antinyamuk setiap hari karena peluangnya makin besar bagi bahan insektisida untuk masuk ke dalam tubuh. Kalau sudah masuk, sulit sekali dikeluarkan, dan tentunya akan menjadi racun bagi tubuh.

TANAMAN ANTINYAMUK ALTERNATIF YANG AMAN

Dari pada menggunakan obat antinyamuk sintetik modern, lebih baik gunakan obat antinyamuk alami yang bahan bakunya diambil dari alam seperti tanaman. Contoh, minyak kayu putih sejak berabad-abad lalu telah digunakan untuk membaluri kulit bayi dan orang dewasa agar tidak digigit nyamuk.

Tanaman-tanaman pengusir nyamuk ini, bisa digunakan dengan mengolahnya menjadi suatu ramuan pembalur ataupun minyak esensial. “Kita pun bisa meletakkannya begitu saja di ruangan, maka ruangan tersebut tak dihampiri nyamuk, Itu karena bau yang dikeluarkan oleh tanaman tersebut menyebabkan nyamuk atau serangga tak ingin berada di dekat-dekat tanaman.

Tanaman-tanaman yang dimaksud adalah kemangi, serai, kayu putih dan lavender. Tanaman-tanaman ini mengandung minyak asiri yang dapat diborehkan ke kulit sehingga nyamuk tidak mau menggigit. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu dibalurkan ke kulit.

Cara aman lainnya, rajinlah melakukan aksi 3M (menguras, mengubur, dan menutup) yang kita kenal merupakan program andalan PKK terhadap benda-benda di lingkungan rumah agar tak menjadi sarang nyamuk. Selain itu, pasanglah kasa nyamuk pada setiap lubang ventilasi. Kusen-kusen rumah dapat pula dipasangi daun jendela dan pintu aluminium berpenampang kasa nyamuk. Agar tidur bisa nyenyak, gunakan kelambu di atas semua tempat tidur di rumah terutama boks bayi.

Tanggapan peserta terhadap materi antaralain : di tingkat keluarga akan lebih berhati-hati dalam menggunakan antinyamuk, materi yang didapatkan akan disebarluaskan ke tingkat RW dan RT masing-masing.

Oleh : Yayuk Sri Wahyuningsih, Gita Pertiwi Surakarta